Hari Bumi Ajang Evaluasi

44comments

Hari Bumi Ajang Evaluasi, ya karena Hari ini tepat tanggal 22 april diperingati sebagai hari bumi, namun seberapa banyak orang yang memperingati hari bumi sebagai ajang evaluasi. Mengingat kembali sejarah, hari bumi asal usulnya di kaitkan oleh Gaylord Nelson (yang merupakan Senator AS dari Wisconsin). Setelah menyaksikan kerusakan alam akibat tumpahan minyak besar-besaran 1969 di Santa Barbara, California, kemudian ia melihat gerakan anti-perang yang di prakarsai mahasiswa pada saat itu, maka ia mengajarkan tentang lingkungan yang diadakan pada tanggal 22 April 1970. Lebih dari 20 ikut merayakan nya pada tahun tersebut, hingga saat ini hari tersebut dikenal dengan Hari Bumi.




Perayaan hari bumi di lakukan setahun sekali dan itupun sifatnya hanya memperingati, jarang ada gerakan masa konsisten untuk membenahi bumi setelah hari itu. Bumi ini sudah terlalu tua, masih terus kita ambil sumber dayanya, lalu akan sperti apa jadinya. Memang ia tidak pernah mengeluh, tapi suatu saat nanti kita juga yang akan mengeluh kalau sumber daya yang ada di bumi ini habis, yang ada hanya penyesalan.

Bumi selayaknya kita hargai, bukan setaun sekali, harus setiap hari. Tidak perlu modal besar untuk menghargai bumi ini, yang diperlukan hanya kemauan besar, karena dengan kemauan besar tersebut kita akan konsisten melakukannya. Mungkin kita hanya melakukan hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilih sampah sebelum di buang, mengurangi pengunaan kertas, nebeng kurangi bbm dan lain sebagainya. Memang terlihat sederhana, namun pengaruhnya akan sangat terasa manakala semua pihak ikut melaksanakannya.

Pada dasarnya kita semua senang tempat yang bersih, namun kita enggan mengusahakannya, ditambah lagi kita hidup di lingkungan yang orangnya acuh terhadap kebersihan. Namun ketika kita melihat negara lain yang lebih bersih, kita pun iri, sayangnya hanya sampai sini, tidak pernah ada kelanjutannya. Pemerintahpun sama, tidak pernah serius menangani kebersihan yang merupakan awal dari menghargai bumi ini. Tapi kita juga tidak bisa terus menyalakan pemerintah, seandainya alam ini rusak, apakah pemerintah yang rugi? tidak, kitapun ikut merasakannya. Dan sekarang pun mulai terasa, lihat kejadian penyerangan ulat bulu di beberapa daerah, masih ingat hama tomcat yang melukai beberapa warga. Mungkin itu hanya sebagian kecil dari kerusakan alam yang di sebabkan ekosistem, belum lagi masalah yang lainnya.

Hari Bumi Ajang Evaluasi, peringatan hari bumi, hari bumi

Lalu sampai kapan kita akan seperti ini? hanya sebagai penonton di dirumah sendiri? atau ikut bermain kecil kecilan. Saya masih ingat ketika sebuah cerita, ketika ada ombak besar yang melanda kawasan pantai dan membawa puluhan bintang lau ke daratan. Penuh pantai itu dengan bintang laut, namun beberapa saat kemudian muncul seorang kake tua yang memungut satu persatu bintang laut tersebut dan di lemparkannya kembali ke lautan. Ada seorang anak yang melihat kake tersebut, lalu bertanya "untuk apa kake melempar bintang laut, jumlanya terlalu banyak dan kake tidak akan bisa melakukannya semuanya". Lalu dengan bijaksana si kake tersebut menjawab "memenag tidak semuanya bia kake selamatkan, namun paling tidak kake bisa menyelamatkan yang ini (sambil melemparkan bintang laut itu ke laut)."

Ya, mungkin kita tidak bisa menyelamatkan bumi ini semuannya, namun paling tidak kita bisa menyelamatkan apa yang ada di sekitar kita, dengan hal sederhana. Saya kira sudah saatnya hari bumi untuk ajang evaluasi.
Share this article :
 
Support :
Copyright © 2011. Id Survival - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by Drieant
Proudly powered by Blogger